contoh proposal maulid nabi

PROYEK PROPOSAL MEMPERINGATI MAULID NABI ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) MADRASAH ALIYAH AL MUSLIHUN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG I. PENDAHULUAN Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, taufiq serta hidayahNya sehingga kita diberi kenikmatan kemampuan akal dan fikiran yang sehat, serta jasmani dan rohani, sehingga bisa beraktifitas dan selalu bersyukur kepada-Nya. Amin. Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah merupakan moment penting dan berharga bagi umat manusia, khususnya umat islam. Karena beliau adalah revolusi dunia dalam tatanan kehidupan manusia. Melalui risalah-risalah yang dibawa beliau umat islam mampu mencapai derajat yang lebih luhur karena kemuliaan akhlak. Sehingga tidaklah berlebihan apabila beliau dicintai oleh umatnya dan dikenang hari kelahiran-nya. Sebagai wujud rasa cinta kepada beliau, maka Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Madrasah Aliyah Al Muslihun ingin mengadakan suatu kegiatan dalam bentuk perlombaan yang bermaksut untuk kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi). Siswa siswi Madrasah Aliyah Al Muslihun merupakan bagian dari generasi yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan beliau yaitu untuk beraniar ma’aruf kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan dan mengenang kelahiran serta jasa-jasa beliau. II. LANDASAN 1. Keputusan rapat program kerja OSIS tanggal 19 Januari 2011 tentang progam Kerja periode 2010/2011. 2. Keputusan rapat pengurus OSIS tanggal 19 Januari 2011 tentang perencanaan Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW pembentukan panitia Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2011. 3. Rapat panitia pada tanggal 26 – 29 Januari 2011 tentang pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. III. NAMA DAN TEMA KEGIATAN 1. Nama kegiatan ini adalah “ Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW” MA Al Muslihun Tunggangri Kalidawir. 2. Sedangkan tema kegiatan ini adalah “Menggali potensi diri berjiwa Islami. IV. TUJUAN a. Tujuan Umum Untuk mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Mengenang jasa-jasa beliau. b. Tujuan khusus b.1. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW. b.2. Menumbuhkembangkan kemampuan siswa untuk memahami dan meneladani pribadi Rasulullah. b.3.Meningkatkan jiwa keislaman siswa-siswi MA Al- Muslihun. b.4.Menciptakan wahana untuk istabiqul khoirot antar siswa. V. WAKTU DAN TEMPAT Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dilaksanakan pada : hari/tanggal : Senin – Selasa, 14-15 Januari 2011 tempat : Kampus MA Al Muslihun waktu : Sebagaimana tercantum dalam jadwal terlampir jenis kegiatan : I. LOMBA: a. Lomba Pidato: 1. Pidato Bahasa Indonesia 2. Pidato Bahasa Arab 3. Pidato Bahasa Inggris 4. Pidato Bahasa Jawa b. Pertandingan Catur c. Lomba Puisi d. Lomba kebersihan kelas II. PENGAJIAN VI. RENCANA ANGGARAN DANA DAN SUMBER DANA 1. Anggaran Dana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini perkirakan memerlukan biaya sebesar Rp. 337.500.- (Tiga Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah) 2. Sumber Dana a) Kas OSIS b) Dari madrasah VII. PESERTA DAN PELAKSANA a. Peserta Adapun peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa-siswi kelas X,XI,XII MA Al muslihun Tunggangri Kalidawir dengan jumlah b. Pelaksana Pelaksana kegiatan ini adalah panitia yang di bentuk oleh OSIS pada tanggal 19 Januari 2011 dengan sebagaimana terlampir. VIII. PENUTUP Demikian proposal ini kami buat sebagai acuan pelaksanaan kegiatan, tidak lupa kritik dan saran yang bersifat konstruktif kami harapkan dari semua pihak demi suksesnya peringatan Muilid Nabi yang akan kami selenggarakan . Kalidawir, 04 februari 2011 PANITIA PALAKSANA Ketua AMRU RIZA Sekretaris FITRI RIYANI Mengetahui, Waka kesiswaan Selaku Pembina OSIS NUR QOMARUDIN, S.Pd.I Ketua OSIS AHMAD NUR EFENDI Menyetujui, Kepala MA AL-MUSLIHUN MAHRUS ALI, S.Pd.,M.H NIP.19701218 199803 1 005 ANGGARAN DANA MAULID NABI MUHAMMAD SAW MADRASAH ALIYAH AL MUSLIHUN KALIDAWIR TULUNGAGUNG I. KESEKRETARIATAN a.Map Rp. 7.500 b.Foto copy Rp. 25.000 c.Kertas sampul Rp. 5.000 d.Hadiah Rp. 110.000 TOTAL Rp. 147.500 II. PERLENGKAPAN a.Transport Rp. 20.000 b.Saund system Rp. 30.000 TOTAL Rp. 50.000 III. HUMAS a.Transport/Humas Rp. 25.000 TOTAL Rp. 25.000 IV. DEKDOK a.Kertas Rp. 37.000 b.Paku + Double tipe Rp. 10.000 c.Benang Rp. 3.000 TOTAL Rp. 50.000 V. KONSUMSI a.Air minum 3 kardus Rp. 60.000 TOTAL Rp. 60.000 GRAND TOTAL a.Kesekretariatan Rp. 147.500 b.perlengkapan Rp. 50.000 c.Humas Rp. 25.000 d.Dekdok Rp. 50.000 e.Konsumsi Rp. 65.000 JUMLAH Rp. 337.500 VI. Transpot pembicara / mubaligh Rp. 300.000 JADWAL KEGIATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW MADRASAH ALIYAH AL MUSLIHUN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG NO Hari/tanggal Waktu Kegiatan Keterangan 1 Senin,14 Februari2011 07.00-07.30 Checking Peserta Kesekretariatan 2 07.30-08.00 Lomba kebersihan kelas Panitia 3 08.00-10.00 Lomba Pidato Panitia 4 Bahasa Arab 5 Bahasa Inggris 6 Bahasa Indonesia 7 Bahasa Jawa 8 10.00-10.30 ISTIRAHAT All Off 9 10.30-12.30 Lomba Catur Panitia 10 Lomba Puisi 11 12.30-… Go Home All Off 12 Selasa,15 Februari 2011 07.30-09.00 Tahlilan 13 09.00-09.30 Ceramah Agama + Do’a 14 09.30-10.00 Pembagian Hadiah Panitia 15 10.00-… Go Home All Off NB : Jadwal dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi Kalidawir,05 Februari 2011 Sekretaris FITRI RIYANI SUSUNAN PANITIA PALAKSANA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW MADRASAH ALIYAH AL MUSLIHUN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG I. PELINDUNG : Kepala MA Al- Muslihun II. PENASEHAT : Wakamad Kesiswaan III. PENANGGUNG JAWAB :Ketua OSIS MA Al-Muslihun IV. STERRING COMITE : - Ketua OSIS - Sekretaris OSIS V. ORGANIZING COMITE : Ketua : Amru Riza Sekretaris : Fitri Riyani Bendahara : Rohmawati Seksi – seksi : 1. Sekretariatan a. Moh. Khoirudin (Co) b. Rika Nur F. 2. Perlengakapan a. Jazaul Hamim (Co) b. Nikmatus Sholikah c. Elsa Nila Sari d. Khoirul Anwar 3. Humas a. Subur Santoso (Co) b. Nur Laili c. Ika Purnamasari d. Ahmad Shohibi 4. Giat a. Ririn Handayani (Co) b. Heni Habibah c. Syaiful Zahid d. Laylatus Salamah 5. DekDok a. Fathur Rohman (Co) b. Anis Kholfiatun N. c. Nur Ihwan S. d. Imam Syafi’i 6. Konsumsi a. Fina kholifatul A. (Co) b. Istikhomah c. Arif Yulianto

Senin, 27 Juni 2011

Metode latihan pramuka


METODE LATIHAN PRAMUKA PENEGAK

Secara jujur kita aakui, jumlah peserta didik Gerakan Pramuka golongan Penegak prosentasenya menurun jika dibandingkan dengan jumlah anak golongan Siaga dan Penggalang. Kalau kita amati, banyak peserta didik golongan siaga yang masih mau melanjutkan sebagai Pramuka Penggalang, namun apabila sudah memasuki usia Penegak, kebanyakan mereka sudah tidak berambisi lagi untuk bergabung menjadi Pramuka Penegak. Benarkah Pramuka Golongan Penegak kurang/tidak lagi menarik bagi pemuda seusia 16 – 20 tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang ? ataukah mungkin ada factor-faktor lain yang menyebabkan semua ini, sehingga perlu kita benahi agar kegiatan Penegak tetap diminatipesertadidik. 

            Apabila kita membaca sejarah kepanduan khususnya masalah kepenagakan, disitu akan kita ketahui, bahwa lahirnya Pramuka Golongan Penegak bukanlah merupakan ide dari pendiri kepramukaan “ Baden Powell “untuk diikuti oleh pemuda seusia penegak. Akan tetapi, lahinya Pramuka golongan Penegak ini justru dikerenakan tuntutan dari mereka sendiri ( pemuda golongan penegak ) untuk tetap memandu, melanjutkan kegiatannya sewaktu mereka masih sebagai Penggalang. Dengan demikian jelaslah bagi kita, bahwa sebenarnya Pramuka Penegak masih diminati pemuda, hanya saja bagaimana cara menciptakan “ porsi kegiatan kepramukaan“yang cocok pada anak seusia inilah yang agak sulit.

            Berbagai gagasan latihan untuk Penegak pernah dicoba oleh Baden Powell, namun kebanyakan gagasan itu ditarik kembali, dengan alasan kurang sesuai dengan yang dikehendaki mereka. Padahal, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, syarat utamanya haruslah cocok dan sesuai dengan yang dikehendaki mereka, sehingga dapat menarik mereka untuk berbondong-bondong bergabung menjadi Pramuka Penegak. Akhirnya ditemukanlah bahan latihan yang cocok untuk mereka, yaitu suatu latihan yang dapat menambah dan melangkapi hal-hal yang belum didapatkan sewaktu mereka masih menjadi Siaga dan Penggalang, dalam rangka menciptakan warga Negara yang baik dan berguna. Sedangkan cara memberikannya dengan mempergunakan metode kepanduan dalam suasana hidup diluar dan bakti.

            Karena kepramukaan mempunyai sifat nasional, internasional dan universal, maka metode latihan kepenegakan di Indonesia pun disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat dan Negara Indonesia. Dalam Gerakan Pramuka, Pramuka Penegak adalah kader-kader Pembina, yang mempunyai tugas untuk membangun Indonesia. Mereka menggabungkan diri dengan suka dan rela untuk bertugas:

1.membina diri sendiri dan sesama Pramuka

2. Berbakti kepada Tuhan, tanah air, bangsa dan Negara Republik Indonesia, yang kini sedang melaksanakan pembangunan untukmencapai masyarakat adil dan makmur.

            Sedangkan latihannya dilaksanakan dari, oleh dan untuk mereka sendiri. Inilah gambaran latihan Kepenagakan yang menarik. Saya yakin, apabila prinsip ini dipegang teguh dalam melaksanakan latihan kepenegakan, niscaya latihan tersebut akan benar-benar menarik bagi peserta didik. Dan sekaligus dapat mengarah kepada upaya penacapaian tujuan Gerakan Pramuka.

            Lalu kenapa pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak? Menurut pengamatan kami, factor-faktornya dapat kami simpulkan sebagai berikut :

Bentuk latihan yang menoton dan mengulang latihan penggalang.

            Salah satu factor yang menyebabkan pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak adalah karena banyak di antara Pembina Penegak yang menyajikan acara latihannya seperti pada latihan penggalang. Sehingga kesannya di mata anak didik, latihan kepenegakan itu menoton dan membosankan. Lebih-lebih bagi mereka yang dahulunya aktif waktu menjadi penggalang jelas tidak tertarik untuk masuk menjadi Penegak.

            Hal ini sebenarnya janganlah sampai terjadi. Meskipun ada beberapa mata acara latihan yang sama untuk anak penggalang dan penegak, suatu missal, cara mempergukan kompas, tetapi model penyampaiannya dan luas isi materi antara penggalang dan Penegak jelas berbeda. Untuk anak penggalang materi yang disampaikan mungkin sebatas pengenalan kompas, bagian-bagian dan fungsinya, serta cara mempergukannya secara praktis. Tetapi untuk anak Penegak akan lebih lagi, selain materi yang disampaikan di Penggalang, masih ditambah lagi tentang sejarah asal usul kompas, macam-macam bentuk kompas dari yang paling sederhana sampai ke paling modern, cara memilih jenis kompas, cara merawat, cara membuat kompas yang sederhana. Dan kalau perlu, mereka juga harus dapat menerangkan dan melatih orang lain terutama adik-adik siaga dan penggalang dalam mempergunakan kompas. Lebih baik lagi kalau mereka dapat menuliskan hal-hal tersebut hingga tersusun menjadi bentuk buku. Yang menyampaikan materinya juga tidak harus Pembina, tetapi mereka dapat saling berdiskusi dari pengetahuan dan bahan-bahan yang mereka peroleh sendiri. Sehingga mereka saling menambah dan melengkapi. Dengan demikian pengetahuan mereka tentang kompas akan semakin luas.

            Demikian juga untuk mata acara yang lain, hendaknya janganlah selalu Pembina yang menyampaikan, sehingga akan terkesan terlalu menggurui. Berilah jalan dan dorongan kepada mereka, terutama pengurus Dewan Ambalan. Untuk dapat menyampaikan materi latihan kepada teman-temannya. Cara lain yang dapat kita tempuh adalah dengan memberikan masalah dan pertanyaan yang berhubungan dengan materi latihan. Para Penegak disuruh membahas masalah tersebut atau mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan itu dengan cara berdiskusi atau membaca buku-buku. Kalau perlu tugaskan kepada mereka untuk menghubungi tokoh-tokoh atau instansi yang jelas menguasai atau ada hubungannya dengan materi tersebut.

            Dengan demikian peserta didik akan sadar kekhilapannya dan cepat kembali ke jalan yang semestinya.

Terlebih untuk Ambalan yang masih baru didirikan, sebagai langkah awal Pembina harus banyak berperan. Baik dalam memberikan contoh cara memimpin jalanya latihan, mengurus administrasi maupun dalam membuat usulan kegiatan, petunjuk pelaksanaan, evaluasi dan laporan kegiatan. Pembina juga harus menjelaskan secara rinci tugas-tugas para Dewan Ambalannya sesuai dengan ketentuan yang benar.

        Dengan demikian diharapkan Dewan Ambalan pertama yang berfungsi dengan baik dan benar. Ini sangat penting sekali, sebab biasanya pengurus masa bakti berikutnya sebagian besar mencontoh kerbiasaan Dewan Ambalan sebelumnya. jika awalnya sudah terbiasa suatu hal yang kurang baik dikhwatirkan akan menjadi tradisi turun temurun dalam Ambalan tersebut.

By…..by…..
Semoga bermanfa’at amieeeeeeennnnn
………………………………………………………

By: the ghost love “ acina” PRAMUKA MASAKA YA’E

Tidak ada komentar: